Sunday, December 7, 2014

Diet Low Energy, Soft (Nasi Tim) 1500 Kalori


Diet rendah energi adalah diet yang kandungan energinya di bawah kebutuhan normal, cukup vitamin, dan mineral, serta banyak mengandung serat yang bermanfaat dalam proses penurunan berat badan. Yang dibatasi pada diet ini adala makanan padat tinggi energi seperti kue-kue yang mengandung karbohidrat sederhana dan lemak, serta goreng-gorengan. (Sunita Almatsier, 2010)
Soft Diet adalah makanan mudah cerna. Seperti nasi tim, serta tidak merangsang. 
Tujuan Diet :
1. Mencapai dan mempertahankan status gizi sesuai umur, gender, dan kebutuhan fisik. 
2. Memcapai IMT normal (18,5-25 kg/m2)
3. Menurunkan berat badan. 


Syarat: 
1. Energinya rendah
2. Protein sedikit lebih tinggi
3. Lemak sedang
4. Karbohidrat sedikit lebih rendah
5. Vitamin dan mineral cukup
6. Dianjurkan 3 kali makan dan 2-3 selingan
7. Intake cairan cukup (2 Liter per hari)
Indikasi:
Pasien yang ingin menurunkan berat badan tetapi mempunyai gangguan di GIT bagian atas seperti mual, muntah, atau pasien kesulitan menelan. 
Macam 
1. Diet Energi Rendah I (1200 kkal)
2. Diet Energi Rendah II (1500 kkal)

Contoh: 
Energi  : 1500 Kalori                                                                                                              
Kh       : 225 gr    (60% x TEE)                                                                                  
Protein : 56, 25 gr (15% x TEE)                                                                                                            Lemak : 41,6 gr (25% X TEE)

Sarapan (07.00)
Menu : 
Nasi Tim 100 gram
Sayur Bening  Bayam (bayam 50 gram, wortel 50 gram, labu siam 50 gram)
Pepes tahu (tahu 80 gram)
Orak arik daging cincang halus (daging ayam tanpa kulit 40 gram)
Pisang ambon
Snack Pagi (10.00)
Bubur kacang hijau (kacang hijau 15 gram, santan 40 ml)
Makan Siang (13.00)
Menu: 
Nasi Tim (150 gram)
Sup katuk bola-bola daging ( Daun katuk 50 gr, jagung muda 50 gr, daging sapi, 35 gr)
Tempe rebus (tempe 50 gr)
Pepaya iris 
Snack sore (15.30)
Bika ambon 60 gr
Makan Malam (19.00)
Menu: 
Nasi Tim 100 gram
Sup kacang merah (kacang merah 15 gr, wortel 50 gr)
Orak-arik telur ayam (telur ayam 50 gr, minyak 5 gr)

Sekian 
Semoga Bermanfaat

Daftar Pustaka
Almatsier, Sunita. 2010. Penuntun Diet Instalasi Gizi dan Perjan RS Cipto Mangun Kusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka.




Monday, December 1, 2014

Suplemen? Baik ngga sih?

sumber gambar : www.kompas.com
Suplemen baik ngga sih?

Berawal dari tadi pagi mengikuti seminar terus ada materi tentang suplemen. 
Jadi ingin nge share ke orang-orang yang terbiasa mengkonsumsi suplemen. 



Apa itu suplemen? 
Suplemen adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara,meningkatkan dan memperbaiki fungsi kesehatan. 

Ciri suplemen :   
bukan pangan, bentuknya bisa cair atau padatan (serbuk, cair, tablet, kapsul, kaplet), mengandung >= 1 vit, mineral, asam amino, dll

Kenapa orang mengkonsumsi suplemen?
1. aktifitas padat
2. kurang tercukupi kebutuhan zat gizinya
3. lebih praktis
4. bisa efektif untuk menurunkan berat badan
5. untuk meningkatkan performa

tapi pertanyaanya baikkah suplemen?
- Baik dong, orang BPOM aja udah melegalkan 
BENARKAH? ternyata niiih BPOM itu hanya melegalkan dari segi ingredients aja bukan efektifitas dari suplemen tersebut. So,....BPOM itu tidak menjamin suplemen baik sesuai dengan kondisi tubuhmu, kerja dari suplemen itu tergantung dengan kebutuhanmu. Dan masing-masing personal itu beda. Kita tidak bisa mengklaim kebutuhan dosis suplemen untuk semua orang sama. Harus dikonsultasikan dulu ke yang berwenang. 
Balik lagi dari tujuan dibuatnya suplemen yaitu untuk memenuhi zat gizi yang kurang. Jadi ketika kita dari segi tubuh udah sehat. Ngga perlu deeh makan suplemen segala. Yang alami - alami aja. Apalagi kalau sudah lihat iklan-iklan suplemen untuk menurunkan berat badan. Lebih baik ketika kita bisa diet sesuai dengan gizi seimbang ngga usah deh kenal sama gitu-gituan. 

Efeknya itu bisa menimbulkan toksik kedalam tubuh kita. Kecuali jika dalam kondisi yang sangat membutuhkan seperti pada ibu hamil yang butuh intake Fe lebih. Nah, itu baru dibolehkan untuk mengkonsumsi suplemen. Emang sih ada quote "If a little is good, more is better" beluuum tentu. 

Lebih baik bagi siapa aja yang pengin menurunkan berat badan harus pegang prinsip ini:
1. batasi makanan tinggi gula, sofdrink, permen, es krim, kue kering, kue basah, gorengan, roti-rotian, jeroan
2. waspadai junk food lokal seperti bakwan goreng, tahu tempe goreng, martabak manis, kue basah dan kue kering, dll
3. lebih baik mengkonsumsi sayur dan buah 
Dan jangan sampai kita harus sakit terlebih dahulu agar kita paham bahwa kesehatan itu penting. 
"Health is the real wealth"
Suplemen yang perlu diwaspadai adalah suplemen yang fat soluble (vit. A, D, E, K) 
kesimpulannya:
1. Suplemen untuk orang sehat tidak dianjurkan
2. Suplemen hanya untuk orang yang membutuhkan ex: ibu hamil. Suplemen dibutuhkan hanya untuk orang yang darurat.
3. Konsultasikan kepada orang yang ahli sebelum mengkonsumsi suplemen.
Okeeeee :D
Yang terpenting "Tetap berusaha untuk memiliki gaya hidup sehat karena health lifestyle layak diperjuangkan" 

Sekian
Semoga bermanfaat 

Friday, November 28, 2014

Studi Kasus dengan Hipertensi

Nyonya K adalah seorang wanita berusia 72 tahun. Beliau memiliki 4 anak dan 8 cucu. Nyonya K memiliki berat badan 48 kg dan tinggi badan 154 cm. Kegiatan sehari-hari nyonya K tidak menentu ( tidak pasti ). Terkadang nyonya K ke pasar pagi-pagi dengan berjalan kaki. Tapi, setelah menderita penyakit fertigo beliau tidak berani ke pasar lagi. Terkadang nyonya K juga pergi ke sawah. Namun sekarang, rasionya sangat rendah karena tidak diijinkan olek putra nyonya K. Aktivitas nyonya K sekarang banyak di rumah. Kegiatannya menyapu, mencuci dan memberi makan ternak hewan peliharaannya.
Nyonya K memiliki riwayat penyakit hipertensi. Sehingga nyonya K tidak mengkonsumsi daging kambing dan hanya sedikit sekali mengkonsumsi makanan bersantan. Beliau termasuk lansia yang memiliki nafsu makan yang baik. Pola makannya sangat teratur karena beliau ingin sembuh dari penyakitnya.
1.      Pengkajian data study kasus
a.       Data Subjektif
-            Memiliki riwayat penyakit fertigo,
-            Memilki riwayat penyakit hipertensi sehingga tidak mengkonsumsi daging kambing sedikit mengkonsumsi santan.
-            Aktivitasnya banyak di rumah, kegiatannya menyapu, mencuci, dan memberi makan ternak hewan peliharaannya.
-            Nafsu makannya baik
-            Pola makannya sangat teratur
b.      Data Objektif
-          Seorang perempuan berusia 72 tahun.
-          Berat badan 48 kg.
-          Tinggi badan 154 cm.
2.      Perhitungan BMI
BMI  =  20,239
3.      Pengkajian BMI
Dari data Berat badan dan Tinggi badan nyonya K didapatkan BMI 20,239. Range normal
4.      Pengkajian aktivitas sehari-hari
            Aktivitas yang dilakukan oleh Nyonya K tergolong aktivitas yang sangat ringan. Tetapi, hal itu wajar karena Nyonya K telah mengalami lanjut usia. Dimana lansia merupakan salah satu bagian dari siklus hidup manusia yang menjadi tahap akhir dari kehidupan. Pada lansia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi.
          Aktivitas yang menurun dari lansia disebabkan karena proses penuaan dari komposi tubuh lansia. Proses penuaan mengakibatkan terjadinya kehilangan massa otot secara progresif dan proses ini dapat terjadi sejak usia 40 tahun, dengan penurunan metebolisme basal mencapai 2% per tahun. Saat seorang lansia berumur 70 tahun, kehilangan massa otot dapat mencapai hingga 40%. Untuk itulah Nyonya K yang berusia 72 tahun aktivitasnya terjadi penurunan. Apalagi Nyonya K mempunyai riwayat penyakit fertigo dimana beliau merasa sangat pusing jika berdiri. Oleh karena itu, aktivitasnya hanya sebatas aktivitas yang ringan-ringan saja, seperti menyapu, mencuci dan memberi makan ternak. Pembatasan pergi ke sawah oleh anaknya pun ada baiknya karena memang usianya yang sudah lanjut tingkat atas.
5.      Pengkajian konsumsi makanan sehari-hari
            Untuk pola makan Nyonya K sudah baik, beliau telah berusaha untuk menghindari makanan yang tinggi natrium karena memiliki riwayat penyakit hipertensi. Juga telah menghindari makanan yang bersantan. Seperti kita tahu, hipertensi dicirikan dengan peningkatan tekanan darah diastolic dan sistolik yang intermiten atau menetap.
            Hipertensi lanjut usia dibedakan menjadi dua hipertensi dengan peningkatan sistolik pada usia diatas 65 tahun. Tekanan diastolic meningkat usia sebelum 60 tahun. Mekanisme dasar peningkatan tekanan sistolik sejalan dengan peningkatan usia terjadinya penurunan elastisitas dan kemampuan meregang pada arteri besar. Lanjut usia mengalami kerusakan structural dan fungsional pada arteri besar yang membawa darah dari jantung menyebabkan semakin parahnya pengerasan pembuluh darah dan tingginya tekanan darah.
            Faktor yang mempengaruhi hipertensi pada usia lanjut antara lain penurunannya kadar rennin, peningkatan sensitivitas terhadap asupan natrium, penurunan elastisitas pembuluh darah perifer.
            Selain itu, Nyonya K juga memiliki motivasi yang baik untuk sembuh dari penyakitnya, hal itulah yang menyebabkan Nyonya K berusaha untuk mengatur pola makannya.
            Pedoman pemberian diet pada lanjut usia, antara lain,
1.      Makan makanan beraneka ragam makanan
Mengonsumsi berbagai bahan makanan secara bergantian akan menurunkan kekurangan zat gizi.
2.      Makan makanan sumber karbohidrat komplek (serealia, umbi) dalam jumlah sesuai.
3.      Pembatasan konsumsi lemak.
4.      Makan makanan sumber zat besi cukup
5.      Minum air bersih, aman, cukup jumlahnya dan telah dididihkan
6.      Kurangi jajana dan minuman tinggi gula murni dan lemak
7.      Mengkonsumsi ikan laut untuk menu harian. Membuktikan perlindungan terjadinya aterosklerosis.
8.      Gunakan garam beryodium
9.      Mengkonsumsi sayur dan buah-buahn berwarna hijau, kuning, atau orange.
            Selain dari diet yang sesuai untuk orang hipertensi juga harus beristirahat dan tidur serta berolahraga secara teratur. Pola kebiasaan yang tidak baik juga harus dihindari seperti merokok, minum minuman keras.
6.      Perhitungan Energi Nyonya K

Sumber : Rumus Oxford, Riskesdas 2007 (RKD07 RT dan RKD07 INd) dan Susesnas KOR.



KH          =  221.2375 ≈ 221 gram
Protein  =  60.3375 ≈ 60 gram
Lemak   =  53,63 ≈ 53.6 gram
Jadi
Energi
1609 kkal
Karbohidrat
221 gram
Protein
60 gram
Lemak
53,6 gram
 Sedangkan berdasarkan AKG 2013 adalah sebagai berikut
Komposisi
Kebutuhan  Berdasarkan AKG 2013
Energi
1550
Karbohidrat
252
Protein
56
Lemak
43
Serat
22
Air
1600
Kalsium
1000 mg
Fosfor
700 mg
Besi
12 mg
Natrium
1200 mg
Kalium
4700 mg
Tembaga
900 mcg
Seng
10 mg
Retinol
500 mcg
Vitamin B1
0.8 mg
Vitamin B2
0.9 mg
Vitamin B3
9 mg
Vitamin C
75 mg

Menu sehari terdiri dari :
·      Sarapan pagi                  : 25 %
·      Makan siang                  : 30 %
·      Makan sore                    : 20 %
·      Selingan (2 kali)            : 25 %

Daftar Pustaka
Depkes. 2010. Komposisi Tubuh Lansia. (Online), (http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2010/07/komposisi-tubuh-lansia.pdf.), diakses pada tanggal 11 Mei 2014.
Kemenkes RI Direktorat Bina Gizi. 2011. Makanan Sehat Untuk Lansia. Jakarta
Rosmalina, Yuniar. 2011. Perbandingan Perhitungan Energi Basal dan Energi Expenditure pada Lansia. Jurnal PGM 34 (1). (Online), ( http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/pgm/article/download/3107/3073), diakses pada tanggal 10 Mei 2014.

Yuliwinars. 2011. Bab II Tinjauan Pustaka. (Online), (http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/130/jtptunimus-gdl-yuliwinars-6490-3-bab2.pdf), diakses pada tanggal 11 Mei 2014. 











Followers